Life is adventure. from Allah to Allah

Belajar Dari Orang-Orang Sederhana (1)


Wajah mereka sederhana
Penampilan mereka bersahaja
Pun sikap mereka apa adanya
Tapi ada yang bercahaya di sana
Tapi ada yang memancar daripadanya
Tapi ada yang melegakan di dalamnya
:orang-orang sederhana
Pada mereka aku belajar mengeja hidup
-Azimah Rahayu
            Kali ini izinkan saya menceritakan sepenggal kisah sederhana dari orang-orang sederhana. Dari kisah sederhana itulah, saya banyak memetik hikmah. Dari kisah sederhana itulah, saya simpan pelajaran yang teramat dalam. Ya, kisah sederhana dari orang-orang sederhana. Darinya, saya belajar mengeja hidup.

            Kala itu hari Jum’at di penghujung bulan Agustus. Seperti hari Jum’at biasanya hanya ada 1 mata kuliah dan saat siang jam perkuliahan sudah selesai. Seperti biasa, saya pulang ke rumah dengan menggunakan bus. Melewati rute yang juga biasa saya lewati tiap harinya.

            Hari itu bus tampak senggang, tidak padat seperti jam pulang kantor. Jalanan kali ini pun juga cukup ramah karena tidak ada kemacetan yang berarti. Satu-persatu penumpang naik dan turun tiap bus menghampiri halte. dan disepanjang jalan, saya membaca buku yang kebetulan dibawa. Lumayankan untuk mengusir kebosanan.

            Ditengah seriusnya saya membaca buku,-karya penulis azi. Terdengar suara yang mengusik batin saya. Samar-samar saya mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur’an. Batin saya tergugah, siapa ya yang baca Al-Qur’an di bus seperti ini? Saya pun mencari sumber suara tersebut. Dan ternyata suara tersebut berasal dari bocah laki-laki yang usianya jauh lebih muda dari saya. Saya hafal betul ia hanya mengenakan baju koko putih sederhana dengan al-qur’an digenggamannya. Allah, Melihatnya batin saya merasa tertohok.

            Saya hanya bisa melihat lembaran buku yang saya pegang dengan tatapan nanar. Lembaran buku yang saya baca tadi, tidak menarik lagi untuk dibaca. Detik itu, sungguh saya merasa tertampar. Teringat sudah sejauh mana mempelajari Al-qur’annya? Sudah sejauh mana hafalannya? Hari ini, hari Jum’at udah selesai baca Surat Al-Kahfi belum? dan pertanyaan-pertanyaan lain yang menari-nari di kepala saya.

            Saya termenung cukup lama, sungguh. Selama ini saya seringkali memberikan sisa-sisa waktu luang untuk membaca Al-Qur’an. Atau bahkan yang lebih parahnya lagi, karena kesibukan dan banyaknya kegiatan. Saya kerap lupa untuk menyempatkan membaca Al-Qur’an. Astagfirullahaladzim Rum!

             Melihatnya membaca Al-qur’an di bus, saya menyadari bahwa ternyata baca Al-Qur’an itu bukan soal have time. Bukan soal give time. Tapi make time. Kapanpun dimanapun (kecuali di toilet) bisa kok baca Al-Qur’an. Bisa dengan bawa Al-qur’an yang kecil, download Aplikasi Al-Qur’an di playstore, atau bisa juga dengerin murottal Al-Qur'an lewat handphone. Ada banyak cara kok untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Tinggal gimana kitanya aja:’)


            Abu Umamah Al Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Quran karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada orang yang membacanya” (HR. Muslim).

So, Jangan lupa tilawah ya! dan Terimakasih dik, atas pelajaran berharganya!

*Semoga sepenggal kisah sederhana ini bisa bermanfaat. ambil yang baiknya, buang yang buruknya. Sesungguhnya, saya pun masih banyak belajar. Dan kisah ini pun merupakan pengingat bagi saya sendiri.




Yogyakarta, 18 November 2017
Arum, yang baru sempat nulis.

0 komentar:

Posting Komentar