Life is adventure. from Allah to Allah

Yang Seringkali Terlupa



Seringkali kita kerap sekali lupa
Kita lebih sering mikirin caranya hidup enak di dunia daripada di akhirat. Lebih sering mikir gimana ya supaya dapat kerjanya enak? gimana ya supaya bisa dapat rumah mewah? Gimana ya supaya bisa beli gadget yang mahal dan canggih? Dan gimana-gimana keduniawian yang lain.

Seringkali kita juga kerap sekali lupa
Suka lupa kalau kematian bisa saja tiba-tiba menjemput.
Suka lupa kalau tiap hari malaikat maut datang menghampiri.
Suka lupa dengan ajal yang dimana saja bisa mengintai.
Lalu, sudah sejauh mana diri kita mempersiapkan bekal nanti?
Ya, Bekal. Bukan bekal tabungan uang yang sudah ditabung bertahun-tahun. Harta yang dicari selama di dunia, apalagi bekal makanan dan minuman. Bukan, Yang akan dibawa bukan bekal seperti itu. Tapi, Amal ibadahmu yang akan jadi bekal di Akhirat kelak.

Seringkali kita juga kerap sekali lupa
Kita lebih sibuk mempercantik diri daripada memperbaiki diri
Kita lebih sibuk membicarakan keburukan orang lain tapi lupa dengan aib sendiri
Kita lebih sibuk supaya dikenal banyak orang tapi lupa supaya dikenal penduduk langit
Dan kita lebih sibuk  mikirin hidup enak tapi lupa mikirin mati enak.
Iya, memang manusia banyak lupanya.

Seringkali kita juga kerap terlupa, bahwa dunia ini hanyalah tempat persinggahan. Kita Ibarat seorang musafir, yang sedang menempuh perjalanan panjang. Maka kita harus mempersiapkan bekal sedini mungkin untuk menempuh perjalanan panjang itu. menuju akhirat. 

Dunia hanya tempat singgah seberapapun gemerlap,atau sebetapa gelap. Dunia hanya tempat singgah bukan tempat istirahat

Jika dunia ini hanyalah tempat persinggahan. Mengapa kita senantiasa bangga terhadap segala sesuatu yang dimiliki? Bukankah itu hanya titipan?

Jika dunia ini hanyalah tempat persinggahan. Mengapa kita tak sibuk menyiapkan bekal?Mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu harus kembali pulang menghadap-Nya.

Ya Allah. Maafkan!
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS.al-Hadîd[57]:20).


Ah, Duhai Allah. Maafkan, Jika diri ini begitu silau dengan gemerlapnya dunia.


Yogyakarta, 12 Mei 2017



Hamba-Mu yang seringkali terlupa

*Note To My self and Just Remember Of me:')


0 komentar:

Posting Komentar